RESUME MATERI PPKMB DAY 1

 Pemateri 6 :Bapak Teguh Sugianto

 Judul :Mahasiswa Bebas Narkoba Untuk Mendukung Generasi Rahmatan Lil Alamin



Di Indonesia, masalah narkoba masih sangat besar. Di penjara, terutama di Sumatera Utara dan Jawa Timur, hingga 70-80% penghuninya adalah pelaku narkoba. Ini sebenarnya gambaran nyata dari kondisi di luar penjara, bahwa peredaran dan penyalahgunaan narkoba di masyarakat sangat luas.

BNN, polisi, dan kejaksaan sudah berusaha keras lewat berbagai cara, mulai dari pencegahan, penindakan, sampai rehabilitasi. Tapi memang hasilnya belum maksimal. Pencegahan dilakukan dengan memberi edukasi ke sekolah dan masyarakat agar orang lebih sadar dan kuat menolak narkoba. Kalau tidak ada yang pakai, otomatis pasar narkoba akan menghilang.

Strateginya ada tiga: cegah supaya orang tidak mulai memakai, berantas pengedar dengan hukuman tegas dan penyitaan aset hasil kejahatan supaya mereka tidak bisa jualan lagi setelah bebas, dan bantu pecandu melalui rehabilitasi agar mereka bisa pulih, berhenti memakai, dan kembali ke masyarakat dengan hidup lebih baik.

Narkoba itu merusak otak dan tubuh, bahkan banyak kerusakan yang tidak bisa diperbaiki lagi. Karena itu, rehabilitasi sangat penting sebagai proses penyembuhan agar pecandu bisa hidup sehat dan produktif.

Menurut undang-undang, pecandu seharusnya dipandang sebagai orang yang butuh bantuan, bukan sekadar pelaku kriminal. Jadi, kita sebagai masyarakat harus mengubah pola pikir dan berani membantu mereka mendapatkan pengobatan dan dukungan.

Yang paling penting, penanganan narkoba butuh kerja sama semua pihak, termasuk masyarakat. Kalau ada yang kita kenal atau tetangga yang terjerat narkoba, jangan segan untuk membantu dengan mengarahkan mereka ke tempat rehabilitasi yang gratis. Bersama-sama kita bisa melawan dan mengurangi dampak buruk narkoba di lingkungan kita.




Pemateri 7 : Zahra Amela Duwi Sunenyan

Judul : Mencetak Mahasiswa Sukses Berwirausaha



Samel Baking Studio adalah tempat belajar baking di Surabaya yang mulai berdiri sejak 2023. Awalnya hanya kecil-kecilan, tapi sekarang sudah berkembang jauh dengan tim yang solid dan branding yang lebih dikenal. Yang bikin beda, di sini fokusnya bukan cuma bikin kue biasa, tapi healthy dessert yang sehat dan tetap enak,misalnya cake tanpa gluten dan krim rendah gula, hasil dari ilmu gizi yang dipelajari pemiliknya.

Dalam menjalankan bisnis ini, ada tiga hal penting yang dijalani:
Pertama, tahu siapa target pasar kamu. Karena saya jualan jasa, saya cari orang-orang yang memang tertarik belajar baking lewat media sosial dan komunitas online supaya bisa saling support dan terus berkembang.
Kedua, sifat yang harus dijaga: tekun, jangan mudah menyerah, selalu optimis, berani ambil risiko, dan paling penting menjaga pelanggan agar terus kembali. Kalau pelanggan cuma datang sekali doang, itu belum tentu sukses, tapi kalau mereka datang lagi dan lagi, berarti kita sudah cocok dan dipercaya.
Ketiga, penting punya relasi yang baik dan tim yang mendukung. Relasi bukan cuma soal jualan, tapi juga teman-teman yang kasih saran jujur dan semangat. Tim yang solid membantu bisnis jalan lancar, karena gak mungkin satu orang bisa kerjakan semuanya sendiri.

Samel juga percaya bahwa belajar lewat pengalaman langsung itu penting mungkin bisa gagal berkali-kali tapi itu wajar dan justru bikin kita makin paham. Saya selalu bilang, "rezeki gak akan tertukar," jadi kalau ada orang lain yang jualan barang serupa, yakin aja masih ada pasar buat kita. Yang penting terus berjuang dan percaya pada diri sendiri.

Sebagai mahasiswa, Samel sangat fokus ke bisnis dan kuliah tanpa ikut banyak organisasi supaya bisa maksimal di dua hal itu. Masa mahasiswa ini waktu emas buat belajar berani mencoba dan membangun mimpi.

Intinya, membangun bisnis itu butuh kerja keras, ketekunan, percaya diri, dan orang-orang baik di sekitar kita yang saling mendukung. Dengan begitu, bisnis yang kita jalani bisa tumbuh besar dan bertahan lama.




Pemateri 8 :Hafid Algristian, dr., Sp.KJ., M.H.

Judul : Generasi Asik Tanpa Mengusik



Seringkali kita melihat bullying atau perundungan hanya lewat perasaan, padahal kadang kita salah paham. Misalnya, kita nggak suka sama seseorang, lalu langsung menganggap dia pelaku bullying atau korban, padahal belum tentu begitu. Karena itu penting banget untuk belajar memisahkan apa yang kita rasakan dan apa yang sebenarnya terjadi.

Dalam hidup, kita semua punya cerita dan beban masing-masing yang nggak selalu terlihat. Kadang salah paham itu datang dari kurangnya saling pengertian. Jadi daripada cepat menilai, coba pahami dulu posisi masing-masing. Saat kita lelah atau kesal, jangan sampai itu bikin salah paham makin besar.

Bullying itu nyata dan menyakitkan, baik secara fisik, ucapan, atau bahkan lewat dunia maya. Tapi meski korban kadang terlihat santai, bukan berarti bullying itu boleh dibiarkan. Kita harus berani merangkul dan menolong, bukan cuma diam dan nonton dari jauh.

Menghargai diri sendiri dan orang lain adalah langkah awal supaya kita bisa saling peduli dengan tulus. Kalau kita mampu menyayangi diri kita, kita juga akan lebih mudah menyebarkan kebaikan dan empati ke orang sekitar. Lingkungan yang penuh kasih sayang itu membuat kita semua nyaman dan kuat menghadapi masalah.

Jadi intinya, jangan biarkan perasaan mengambil alih penilaian kita, lawan bullying dengan hati terbuka, dan mulai dari diri sendiri untuk jadi sumber kebaikan dan pengertian. Karena dunia ini butuh lebih banyak simpati, bukan prasangka.























































Comments

Popular posts from this blog

Resume Global Engagement Nahdlatul Ulama University of Surabaya (Genus) Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) resmi membuka 5th Brave Program

RESSUME PPKMB DAY2